Wednesday, March 02, 2005

~finding neverland~

..see nO~dukEhear nO~dukE talk nO~dukE..
From: dev060@uow.edu.au
Date: Thu Mar 3, 2005 1:56 am
Subject:
~finding neverland~

yep, ini satu film yang indah. salah satu dampaknya adalah,
penonton (terutama wanita) banyak yang masih pada sembab
matanya waktu lampu bioskop udah nyala. aku sendiri mungkin
'rada ketolong' lantaran inggris-ku emang masih payah ehehee
walau sempet 'berdebar' juga melalui dialog yang dibantu adegan
misalnya saat barrie mulai mendiskripsikan jati dirinya:
peter: this is absurd .. it's just a dog.
barrie: 'just' a dog? porthos (nama anjingnya yang diajak
berdansa) dreams of being a bear and you want to shatter
those dreams by saying .. he's just a dog? what a horrible word.

itu sama aja bilang: 'he can climb that mountain but he's 'just'
a man, or that's not a diamond, it's just a stone!'.
bagaimana bisa kamu mengartikannya dengan .. 'cuma'?
namun peter pula yang membangun imajinasi dan keteguhan
barrie untuk menyelami keyakinannya terhadap dunia masa
kanak-kanaknya. walau, imho, peran deep di sini keliwat 'bagus'
buat jadi barrie. karena aku keburu dapet image bahwa sosok
barrie adalah introspeksi dari sosok terasing dan selalu gak bisa
gampang dimengerti orang, serta sosok 'kurang bagus' ditambah
lagi kelainan fisik bahwa ukuran tubuh rada 'gak tinggi' sehingga
dia menderita depresi 'kepingin kecil seperti anak kecil dan gak
tertarik untuk tumbuh lagi' dalam pengertian kualitatif (umur
or mature) serta kuantitatif (badannya ya tetep -maaf- cebol).

simbol menolak dewasa dan gak pusing sama urusan dewasa
itu antara lain tercermin dari 'perang' dengan sang ibu kandung
sylvia (ibunya peter, perlambang sebagai windy yang semestinya
immortal?) yang khawatir karena anaknya sebagai janda butuh
'suami baru' (bukan dari suami orang) terutama ke empat anak
yang masih butuh ayah baru. maka barrie memasukkan unsur
para peri yang lahir saat anak-anak yang tak diharapkan lahir
(aborsi or somekind?) serta satu peri akan 'gugur' saat anak kecil
beranjak dewasa (puber) dan menolak percaya adanya peri, dan
yang paling jelas adalah pasukan 'orphan' (simbol 25 bangku
kosong yang akan diisi penuh oleh penonton cilik yatim piatu)
yang juga -might be- perlambang anak yang tak pernah lahir.
barrie sendiri tetep 'kekeuh' gak mengakui perasaan cintanya
kepada sylvia (kayaknya ada phobia or kesulitan mengutarakan
perasaan itu, meskipun ironisnya dia adalah penulis terkenal),
yang disimbolkan dengan makna 'ciuman' yang diplesetkan
dengan simbol lain (dialog lain, peter pan dengan windy).
walau ditengah kegelisahan dan 'himpitan perasaan' terutama
saat sylvia sekarat, barrie hanya mengutarakan dengan:
sylvia: what's it like .. neverland?
barrie: one day, i'll take you there.
well .. hingga sejauh ini, aku masih bisa 'mempertahankan'
emosi tetap stabil, karena masih konsen dengan ekpektasiku
serta sejenak me-refer kepada dialog sakti di film big fish:
a man tells so many stories, that he becomes the stories.
they live on after him, and in that way he becomes immortal.
tapi sejujurnya, pertahananku sempet jebol sekejab, justru
di saat gak disangka-sangka, berkesan remeh dan berlangsung
amat cepat. yakni saat barrie termanggu di muka pintu kamar
anak-anak yang sedang berloncatan riang di kasur ranjang
dan mendadak .. terbang melayang menuju jendela terbuka.
sangat khas, memorable dan 'pan' banget, mendadak jantungku
naik ke leher dan .. kayaknya cuman aku yang tersedak ehehee.
ok, ada satu lagi adegan dan kayaknya emang didramatisir
sehingga bikin gak malu ikut 'nangis bareng' di kegelapan:
barrie: you can visit neverland .. anytime you like.
peter: how?
barrie: by believing, peter .. just believe
terus terang, aku emang punya tujuan khusus untuk film
ini, termasuk dengan interpretasi dan bekal pribadiku.
dan hal ini memang ditambah dengan spirit yang udah pernah
kubentuk melalui (lagi-lagi) film big fish, diantaranya:
*most men, tell you a story straight true. it won't
be complicated, but it won't be interesting either!*
-duke-